Pagi tadi, saat senyum baru mulai mengembang,
saat hati berniat menyapa hari,
saat tekad dan semangat mulai terkumpul di benak,
kamu, tiba tiba datang lagi.
Ah, perusak hari! Mau sampai kapan dirimu berada disana?
Menunggu ku di pojok terkelam
memegang rantai yang siap mengekang lagi
lalu menatapku tajam, dendam.
Matamu seolah berkata "Aku tak akan pergi!"
lalu kamu tersenyum kecil
senyum iblis yang dulu kamu lemparkan kepada musuhmu
kini dengan tenang kau berikan kepadaku
"BANGSAT!", teriakku saat itu.
Aku benci kamu! Benci! Benci! Benci setengah mati!
Pergi kamu dari hidupku!
ARGH!!!!!!!! AKU KESAL!!!! GERAM!!!!!!!!!
Satu hal yang pasti : kamu akan kehilangan aku... selamanya.
******
Perusak Hari
Popular Posts
-
God is too wise to be mistaken. God is too good to be unkind. So, when you don't understand and when you don't see His plan and when...
-
Mungkin Mungkin setelah ini saya akan kembali menulis lagi. Mungkin monitor ini sudah terlalu rindu sama saya karena mungkin saya sudah terl...
-
I miss the old you.. atau memang dari dulu kamu begitu? Berarti aku buta suri selama ini
-
pernah nggak lo jalanin hidup yang terfokus ke kehidupan oranglain? semua yang lo lakuin jadi tergantung yang dia lakuin. dia dia dan dia. ...
-
“Selalu ada akhir dari setiap awal. Selalu ada perpisahan dari setiap pertemuan” saya benci kata ‘pisah’. kenapa kita harus bertemu kalo ak...
-
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi...
-
Meskipun kamu sulit dimengerti, meskipun kamu terlalu rumit untuk otakku yang terbatas, meskipun kamu telah menyakiti hatiku, meskipun kamu ...
-
Ia tidak memiliki nama. Kami memanggilnya anak yang terhilang. Namun, telah lama ia tersesat di zona nyaman, dan enggan untuk kembali pulang...
-
Degradasi kualitas diri nih. Apa emang manusiawi ya? Cuih. Benci kompromi! Eh? Benci diri sendiri dong ++++++++++++++++++ Om Mark Z, faceboo...
About Me
Labels
- Quote of The Day (4)
cuma sampah belaka.
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!
