Archive for December 2009
-
-
By Pemimpi Absurd
-
-
By Pemimpi Absurd
Titik Terendah
-
-
By Pemimpi Absurd
Cacat Hati
"Saya masih ingat rasanya, waktu 5 jari itu mampir di pipi ini.
Semenjak itu, sebutan "beliau" dirasa terlalu berlebihan. Maka saya memutuskan sebutan "beliau" h a r u s diganti menjadi dia. Cukup dia.
Sakitnya tidak seberapa. Tapi hati saya luka.
Mungkin, bukan cuma luka.
Tapi cacat.
Dan permanen."
Whoa
Aku, bukan aku.
Popular Posts
-
“Selalu ada akhir dari setiap awal. Selalu ada perpisahan dari setiap pertemuan” saya benci kata ‘pisah’. kenapa kita harus bertemu kalo ak...
-
I miss the old you.. atau memang dari dulu kamu begitu? Berarti aku buta suri selama ini
-
Ia tidak memiliki nama. Kami memanggilnya anak yang terhilang. Namun, telah lama ia tersesat di zona nyaman, dan enggan untuk kembali pulang...
-
Biar saya kasih tau gimana rasanya... Rasanya itu....deg deg an kalo ngobrol, seperti ada yang menggelitik di perut, tangan saya jadi dingin...
-
"..... and don't believe in yourself." "Eh?" "Believe in me who believes in you." ~Wesley Benchoff
-
Mungkin Mungkin setelah ini saya akan kembali menulis lagi. Mungkin monitor ini sudah terlalu rindu sama saya karena mungkin saya sudah terl...
-
Saya cupu.
-
buat kamu.. happy birthday dan baik-baik selalu ya. doa terbaik masih dan akan selalu meluncur dari sini :) Gbu! tulus dari hati, pemimpi ab...
-
kami bisa mengobrol banyak, meskipun tak ada kata terucap. bukan percakapan berarti, tapi kami dapat saling mengisi. dalam diam, kami semua ...
About Me
Labels
- Quote of The Day (4)
cuma sampah belaka.
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!




