Archive for November 2009
-
-
By Pemimpi Absurd
-
-
By Pemimpi Absurd
Tobat
Cuih! Ijinkan aku meludah sekali untuk belenggu masa lalu yang terus menghantui.
Kenapa...harus....aku?
Harusnya...aku...tidak...disini. Tempat ini terlalu baik untuk orang munafik sepertiku. Aku tidak sebaik itu. Kalian harus liat busuknya. Ya, permalukan saja aku di depan dunia! Biar aku lega. Biar impas semua. Jangan, jangan perlakukan aku sesopan itu. Sungguh, sungguh mati aku tidak layak. Bagaimana caranya lepas dari belenggu ini? Tobat. Aku ingin tobat. Aku takut, kiamat rasanya semakin dekat.
Sudahlah, jangan berusaha mengerti. Semakin mendalami, kalian akan semakin tersesat.
****Kenapa...harus....aku?
Harusnya...aku...tidak...disini. Tempat ini terlalu baik untuk orang munafik sepertiku. Aku tidak sebaik itu. Kalian harus liat busuknya. Ya, permalukan saja aku di depan dunia! Biar aku lega. Biar impas semua. Jangan, jangan perlakukan aku sesopan itu. Sungguh, sungguh mati aku tidak layak. Bagaimana caranya lepas dari belenggu ini? Tobat. Aku ingin tobat. Aku takut, kiamat rasanya semakin dekat.
Sudahlah, jangan berusaha mengerti. Semakin mendalami, kalian akan semakin tersesat.
Eh, kenapa tidak? Lagipula, rasanya...cuma aku yang mampu.

-
-
By Pemimpi Absurd
Kentut Cinta
Hueh. Seandainya saja memaki tidaklah dosa, sudah kuteriaki serapah di depan mukamu! Sayang, aku masih ingin masuk surga. Untung aku taat beragama. Tenang, kamu tetap nomor satu, dan aku tetap sayang kamu. Tapi, ijinkan aku untuk melakukan ini..
*BROT!*
Selamat, kamu baru saja kukentuti!
Percayalah teman, kentut seorang calon professor (yang-akan-menyelesaikan-lumpur-lapindo) akan membuatmu pintar dan sakti!
......

-
-
By Pemimpi Absurd
Hitam Putih Tak Jelas Lagi

Huah.
Dunia hitam putih saya mulai kabur. Sekarang, semua jadi semakin abu-abu. Semakin relatif. Semakin absurd. Terlalu banyak kompromi sekarang. Terlalu banyak ucapan "salah sih, tapi kan...". Saya benci tapi. Argh!!! Seandainya bisa, saya pengen jadi anak kecil terus. Kalau dibilang nyontek itu dosa, ya dosa. Ndak pake kompromi kaya sekarang. Duh, muna ya kesannya? Well...inilah saya. Bukan. Ini sama sekali bukan perkara contek contekan, yang tadi itu cuma analogi. Ah..sulit
Godaan salah makin banyak. Tekanan makin berat.
Dunia hitam putih saya mulai kabur. Sekarang, semua jadi semakin abu-abu. Semakin relatif. Semakin absurd. Terlalu banyak kompromi sekarang. Terlalu banyak ucapan "salah sih, tapi kan...". Saya benci tapi. Argh!!! Seandainya bisa, saya pengen jadi anak kecil terus. Kalau dibilang nyontek itu dosa, ya dosa. Ndak pake kompromi kaya sekarang. Duh, muna ya kesannya? Well...inilah saya. Bukan. Ini sama sekali bukan perkara contek contekan, yang tadi itu cuma analogi. Ah..sulit
Godaan salah makin banyak. Tekanan makin berat.
Complaining is silly. Better act or forget!
Dan saya pilih act. Bangun dari mimpi! Ini 2009 woy! Proposal hidup udah diajukan, sekarang tinggal realisasi. Jangan mau kalah sama Jamal. Ayo semangat!gambarnya diambil dari sini
Bosan akut, galau berat.

-
-
By Pemimpi Absurd
Ndo, Tunggu Aku!
Ndo, aku berjuang disini. Tenang aja, habis aku lulus dari SMA keren ini, aku bakal masuk universitas bergengsi di Bandung itu, dan nyelesain kuliahku secepat mungkin! Aku janji, ndo. Suer! Demi kamu. Demi kamu, ndo. Nggak ada yang lain.
Ndo, maaf ya aku nggak nyoba aksel :\ maaf.. aku sama sekali nggak kepikiran kalo itu bakal bikin aku makin deket sama kamu. Duh ndo, kalo ada tes aksel sekali lagi, aku pasti ikut ndo! Demi kamu! Cuma kamu..
Ndo, kalo bukan karena kamu, aku nggak mungkin ada disini sekarang. Kalo bukan karena kamu, aku nggak bakal punya cita-cita. Makasih loh ndo, terimakasih sekali. Kamu berjasa buat hidupku. Paling nggak, karena kamu aku tau kenapa aku ada di dunia. Karena kamu butuh aku kan ndo? Yakan ndo? Pasti iya.
Ndo, tenang aja. Meskipun semua orang udah pesimis tentang kamu, aku masih disini kok. Aku yakin kita bisa selesain ini semua. Tenang aja, waktu mereka pergi, aku masih disini.
Cita cita saya ga berubah dari kelas 1 SMP : pengen nyelesain Lumpur Lapindo. Dan saya percaya, Bakrie pasti dapet ganjarannya. Harus!Ndo, maaf ya aku nggak nyoba aksel :\ maaf.. aku sama sekali nggak kepikiran kalo itu bakal bikin aku makin deket sama kamu. Duh ndo, kalo ada tes aksel sekali lagi, aku pasti ikut ndo! Demi kamu! Cuma kamu..
Ndo, kalo bukan karena kamu, aku nggak mungkin ada disini sekarang. Kalo bukan karena kamu, aku nggak bakal punya cita-cita. Makasih loh ndo, terimakasih sekali. Kamu berjasa buat hidupku. Paling nggak, karena kamu aku tau kenapa aku ada di dunia. Karena kamu butuh aku kan ndo? Yakan ndo? Pasti iya.
Ndo, tenang aja. Meskipun semua orang udah pesimis tentang kamu, aku masih disini kok. Aku yakin kita bisa selesain ini semua. Tenang aja, waktu mereka pergi, aku masih disini.

Popular Posts
-
“Selalu ada akhir dari setiap awal. Selalu ada perpisahan dari setiap pertemuan” saya benci kata ‘pisah’. kenapa kita harus bertemu kalo ak...
-
I miss the old you.. atau memang dari dulu kamu begitu? Berarti aku buta suri selama ini
-
Ia tidak memiliki nama. Kami memanggilnya anak yang terhilang. Namun, telah lama ia tersesat di zona nyaman, dan enggan untuk kembali pulang...
-
Biar saya kasih tau gimana rasanya... Rasanya itu....deg deg an kalo ngobrol, seperti ada yang menggelitik di perut, tangan saya jadi dingin...
-
"..... and don't believe in yourself." "Eh?" "Believe in me who believes in you." ~Wesley Benchoff
-
Mungkin Mungkin setelah ini saya akan kembali menulis lagi. Mungkin monitor ini sudah terlalu rindu sama saya karena mungkin saya sudah terl...
-
Saya cupu.
-
buat kamu.. happy birthday dan baik-baik selalu ya. doa terbaik masih dan akan selalu meluncur dari sini :) Gbu! tulus dari hati, pemimpi ab...
-
kami bisa mengobrol banyak, meskipun tak ada kata terucap. bukan percakapan berarti, tapi kami dapat saling mengisi. dalam diam, kami semua ...
About Me
Labels
- Quote of The Day (4)
cuma sampah belaka.
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!
saya hanya senang bermimpi.
realisasi? absurd!






